OctaFX | OctaFX Forex Broker
Masuk
Buka akun
Back

NZD/USD: Sisi Atas Dibatasi Di Bawah MA 50-Hari, Risk-Off Membebani

Pasangan NZD/USD menghentikan rebound dua harinya di Asia tidak jauh dari penghalang MA 50-hari yang berada di 0,7285, mengirim pasangan ini ke fase konsolidasi sisi atas menuju sesi perdagangan Eropa.

NZD/USD: 0,7300 masih di depan mata?

Spot terlihat bolak-balik dalam kisaran ketat selama beberapa jam terakhir, karena kenaikan lebih lanjut masih dibatasi oleh sentimen risk-off, tercermin dari penurunan saham-saham Asia, karena pasar resah terhadap perang dagang. Presiden AS Trump mengumumkan kemarin bahwa dia akan mengenakan penalti sebesar 25% untuk baja impor dan 10 persen untuk impor aluminium. Langkah Trump kemungkinan akan dipenuhi oleh tindakan balas dendam seluruh dunia, termasuk China.

Namun, bulls terus mempertahankan pijakan, karena arus yang didorong oleh risk-off juga membebani yield Treasury, pada gilirannya menekan greenback vs mata uang utama lainnya. Indeks USD turun -0,12% untuk diperdagangkan tepat di depan 90.

Selain itu, data bangunan Selandia Baru yang optimis dikombinasikan dengan laporan IMP manufaktur Caixin China yang solid Kamis lalu juga membantu membatasi penurunan

Fokus saat ini bergeser ke data sentimen konsumen UoM revisi AS di sesi Amerika Utara. Sampai saat itu, pasangan NZD/USD akan melacak sentimen pasar yang luas untuk dorongan perdagangan baru.

Level-level NZD/USD yang diamati

Resisten di 0,7285 (MA 50-hari), 0,7300 (angka bulat) dan 0,7320 (R2 klasik/ Fib R3). Untuk sisi bawah, support terlihat di 0,7257 (MA 5-hari), 0,7200 (support natural) dan 0,7168 (MA 200-hari).

Kuroda, BoJ - Bank Sentral Belum Capai Target Inflasi 2 Persen

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kuroda, selama dengar pendapat konfirmasi di Majelis Rendah, mengatakan bahwa ekonomi telah meningkat pesat dalam lima ta
Baca selengkapnya Previous

Menteri Perdagangan Australia Sebut Tarif Pajak AS 'Mengecewakan'

Menteri Perdagangan Australia Steven Ciobo berbicara kepada wartawan di Sydney, mengungkapkan kekecewaannya atas pengumuman tarif baja AS. Poin Utama
Baca selengkapnya Next
Mulai Livechat